
KAWASAN BSD City semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi. Sinar Mas Land bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi penghubung inovasi digital Indonesia dengan industri, investasi, hingga pasar global.
Peluncuran GSIH BSD City menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang mempertemukan startup, talenta digital, pelaku industri, investor, akademisi, komunitas, pemerintah, hingga mitra internasional dalam satu jaringan kolaborasi.
Kehadiran fasilitas tersebut juga memperkuat arah pengembangan BSD City sebagai kawasan terpadu yang tidak hanya bertumpu pada sektor properti. Tetapi juga menjadi simpul pertumbuhan ekonomi digital, pendidikan, teknologi, dan inovasi.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Komdigi yang diwakili Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana dan Sinar Mas Land yang diwakili CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap.
Penandatanganan tersebut disaksikan langsung Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, Direktur Jenderal Ekosistem Digital KOMDIGI Edwin Hidayat Abdullah, Sekretaris Dinas Kominfo, Statistik, Persandian Provinsi Banten Karna Wijaya, Managing Director Sinar Mas Ferry Salman, serta Senior Vice President Corporate Affairs Sinar Mas Land Panji Himawan.
“Kami mengapresiasi terselenggaranya Launching Garuda Spark Innovation Hub di Biomedical Campus BSD City. Kehadiran GSIH ini penting untuk memastikan potensi digital Indonesia tidak berjalan sendiri-sendiri,” kata Meutya.
Menurutnya, Indonesia memiliki talenta, startup, investor, industri, pemerintah, perusahaan, dan akademisi yang memiliki potensi besar. Tantangannya adalah membangun ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan seluruh elemen tersebut.
“Garuda Spark kita lahirkan untuk membentuk satu ruang kerja bersama dari seluruh elemen tadi. Locally Adopted, Nationally Coordinated, Globally Connected, inilah prinsip yang harus kita pegang, khususnya anak-anak muda di Tanah Air, dalam menyambut transformasi digital,” ujarnya.
Meutya menyebut pemerintah menargetkan pengembangan jaringan GSIH hingga 500 titik atau spoke. Menurutnya, pengembangan tersebut tidak semata mengejar jumlah, tetapi juga memastikan ekosistem digital dapat tumbuh lebih merata di berbagai daerah.
“Kami menargetkan GSIH akan memiliki sampai 500 Spoke,” ucapnya.
Namun Meutya menegaskan, target yang ditetapkan bukan hanya angka, tapi juga pemerataan. Dia mengajak menjadikan GSIH sebagai ruang kerja bersama untuk membawa potensi manfaat nyata.
Sementara CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, GSIH BSD City memiliki posisi strategis sebagai Global Hub pertama yang akan membuka akses lebih luas bagi inovator Indonesia terhadap jaringan internasional.
Menurutnya, kehadiran GSIH merupakan bagian dari strategi pengembangan ekosistem BSD City yang mempertemukan berbagai sektor, mulai dari teknologi, pendidikan, bisnis, industri hingga investasi.
“GSIH di BSD City sebagai Global Hub pertama, merupakan bagian dari upaya kami membangun ekosistem yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan industri dan peluang pasar,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian Komdigi, kata dia, GSIH Global Hub di BSD City akan membuka akses bagi talenta, startup, teknologi, investor, serta jejaring ekosistem digital internasional.
“Kehadiran GSIH memperkuat arah pengembangan BSD City sebagai kawasan yang mempertemukan berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, teknologi, dan inovasi dalam satu ekosistem dan menjadi platform yang membantu menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata industri dan membuka jalur menuju pasar global,” katanya.
Hal tersebut, lanjut Irawan, sejalan dengan positioning GSIH sebagai The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway, yang menempatkan BSD City sebagai salah satu titik penghubung inovasi Indonesia dengan peluang kolaborasi, investasi, industri, dan pasar global.
GSIH BSD City sendiri dihadirkan melalui skema Privately Owned, Government Operated (POGO). Dalam skema tersebut, Sinar Mas Land mendukung penyediaan infrastruktur fisik, sementara KOMDIGI mengorkestrasi program dan jejaring ekosistem.
Model kolaborasi tersebut mempertemukan startup, talenta digital, industri, investor, akademisi, pemerintah, serta mitra global dalam satu ekosistem yang diharapkan mampu berjalan secara berkelanjutan.
Kehadiran GSIH juga datang di tengah pertumbuhan pesat ekonomi digital Indonesia. Laporan e-Conomy SEA oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD99 miliar pada 2026 dan diproyeksikan meningkat hingga USD340 miliar pada 2030.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin luasnya konektivitas digital, dengan sekitar 81 persen masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet. Namun, besarnya potensi tersebut membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan inovasi dan talenta dengan kebutuhan industri, teknologi, investasi, serta pasar yang lebih luas.
Dari sisi kawasan, GSIH BSD City berlokasi di Gedung Biomedical Campus BSD City yang memiliki akses terhadap jaringan Tol Serpong-Balaraja, Tol Jakarta-Serpong, JORR 1, JORR 2, serta jaringan menuju Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Jagorawi.
Mobilitas menuju kawasan tersebut juga didukung berbagai moda transportasi publik, mulai dari BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di Kawasan Intermoda BSD City dan Stasiun Jatake di Kawasan Hiera.
Dengan hadirnya GSIH, pengembangan BSD City kini tidak hanya diarahkan sebagai kawasan hunian dan bisnis, tetapi semakin diperkuat sebagai ekosistem yang mempertemukan properti, teknologi, pendidikan, industri, investasi, dan inovasi dalam satu kawasan terintegrasi. (*)