Wabup Tangerang: Tak Boleh Ada Ruang bagi Kekerasan di Sekolah

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
10 Jun 2026 16:44
2 menit membaca

WAKIL Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi zona aman bagi anak-anak dan terbebas dari segala bentuk kekerasan.

Hal tersebut disampaikan Intan saat membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah bagi Guru PAUD dan TK se-Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6/2026).

“Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” kata Intan.

Menurutnya, kekerasan terhadap anak tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Bentakan, ejekan, kata-kata yang merendahkan, hingga perundungan juga dapat meninggalkan luka psikologis yang membekas dan memengaruhi tumbuh kembang anak.

“Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya,” tegas Intan.

Dia mengatakan, pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi positif, kesabaran, dan keteladanan harus menjadi budaya yang melekat dalam dunia pendidikan, terutama pada jenjang usia dini.

Menurutnya, peran guru PAUD dan TK sangat strategis karena berada di garis depan dalam membentuk karakter anak pada masa emas pertumbuhannya.

“Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti,”* ujarnya.

Lebih lanjut, Intan menegaskan, keberhasilan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Intan menambahkan, Pemkab Tangerang berkomitmen penuh mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui penguatan perlindungan anak di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Dia pun mengajak para guru untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak. Di sekolah, ujar dia, anak-anak harus tumbuh tanpa kekerasan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, dan bimbingan penuh kasih sayang.

“Maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang Asep Suherman menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti guru PAUD dan TK dari 29 kecamatan. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Universitas Paramadina Jakarta dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Banten.

Menurut Asep, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pendidik dalam mengenali, mencegah, serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

“Kami berharap para guru mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, ramah anak, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Asep. (don)