
BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid melontarkan pengakuan terbuka. Dia menegaskan, Pemkab Tangerang saat ini masih mengantongi banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang belum tuntas untuk memenuhi ekspektasi masyarakat.
“Pastinya, banyak PR yang harus kita kerjakan sebagai implementasi atau penjabaran dari nilai-nilai Pancasila terhadap kepentingan harapan masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal saat upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Tigaraksa, Senin (1/6/2026).
Maesyal pun mengajak anak buahnya untuk terus menjalankan dan meningkatkan efektivitas kinerja untuk menjawab harapan masyarakat. Namun tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Serta kapasitas kita sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penyelesaian berbagai PR tersebut merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai Pancasila, bukan sekadar seremoni. Namun, meski dihadapkan pada tuntutan warga yang tinggi, dia menyatakan komitmen untuk terus membenahi kekurangan yang ada.
Maesyal juga menekankan, keberagaman di Kabupaten Tangerang harus dijaga dengan asas gotong royong dan toleransi. Komitmen menjaga ideologi negara tersebut harus berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.
“Dengan nilai-nilai Pancasila, kita pelihara, kita abadikan. Nilai-nilai Pancasila untuk toleransi juga terus kita kedepankan,” pungkas Maesyal. (don)