Dukung Pendidikan Anti Korupsi Masuk Sekolah, Bupati Tangerang: Budaya Jujur Harus Dibentuk Sejak Dini

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
11 Mei 2026 15:06
2 menit membaca

BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya membangun budaya antikorupsi sejak usia sekolah. Hal itu disampaikan saat menghadiri peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar tumbuh dengan nilai kejujuran, adab, dan integritas.

“Kami mendukung penuh program Kemendikdasmen yang menjadikan pendidikan sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa sejak dini,” ujar Maesyal.

Dia menilai budaya jujur dan bersih tidak cukup hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi harus menjadi kebiasaan yang tumbuh di lingkungan keluarga hingga masyarakat.

“Anak-anak tidak hanya belajar dari sekolah, tapi juga dari apa yang mereka lihat sehari-hari. Karena itu budaya jujur, bersih, dan beradab harus dimulai sejak dini,” katanya.

Pemkab Tangerang berharap buku panduan tersebut dapat membantu guru dalam menanamkan nilai antikorupsi dengan metode pembelajaran yang lebih jelas dan terarah di tingkat pendidikan dasar hingga menengah.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat lahirnya budaya integritas, bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan.

“Pendidikan antikorupsi ini bukan hanya teori, tapi harus menjadi budaya dan peradaban utama di lingkungan sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.

Dia menjelaskan, buku panduan tersebut dirancang sebagai peta jalan nasional untuk membangun generasi berintegritas sejak usia dini melalui kompetensi dan langkah implementasi yang sistematis.

Di lokasi yang sama, Ketua KPK Setyo Budiyanto menekankan bahwa pemberantasan korupsi seharusnya dimulai dari pendidikan, bukan hanya penegakan hukum.

“Antikorupsi jangan dimulai dari ruang persidangan, tapi dari ruang kelas. Anak-anak harus memahami budaya hidup jujur dan bersih sejak dini,” tegasnya. (don)