Wabup Tangerang Dorong Perempuan Bersuara: Demokrasi Butuh Nurani, Bukan Sekadar Angka

REDAKSI
5 Feb 2026 17:11
2 menit membaca

WAKIL Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan, masa depan demokrasi tidak cukup hanya ditumpu hitungan suara—atau sekadar angka. Demokrasi, kata dia, membutuhkan keberanian nurani.

“Di situlah peran perempuan menjadi kunci,” kata Intan saat saat membuka Sosialisasi Peningkatan Peran Wanita dalam Partisipasi Demokrasi di Qubika Boutique Gading Serpong, Kamis (5/2/2026).

Intan mengajak kaum perempuan untuk tidak ragu bersuara. Di hadapan kader perempuan partai politik dan mahasiswi, Intan mendorong perempuan mengambil peran strategis dalam kehidupan demokrasi. Dengan tetap menjunjung integritas dan nilai moral.

“Bersuaralah dengan santun dan berjuanglah dengan integritas demi kemajuan masyarakat dan bangsa,” ucapnya.

Dia juga mengajak kaum perempuan untuk merawat idealisme dan menjaga kejujuran. Serta mendorong perempuan cerdas berpikir sekaligus berani bertindak untuk kebaikan bersama.

Intan bilang, demokrasi sejati bukan sekadar soal partisipasi formal. Tetapi tentang sejauh mana suara perempuan benar-benar didengar dan memberi arah pada kebijakan publik.

“Perempuan adalah penjaga nurani, penyeimbang dan penguatan nilai kemanusiaan,” katanya.

Intan mengklaim, saat perempuan terlibat aktif dalam demokrasi, maka kebijakan yang lahir tidak hanya kuat secara hukum, melainkan juga sangat adil dan matang secara nurani.

“Pemkab Tangerang berkomitmen membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi perempuan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, lanjut dia, Pemkab Tangerang menegaskan perempuan memiliki kapasitas, integritas, dan kecerdasan untuk ikut menentukan arah pembangunan daerah.

“Kita ingin melihat lebih banyak perempuan yang berani bersuara,,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tangerang Agus Suryana menjelaskan, kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kaum perempuan tentang politik dan sistem demokrasi di Indonesia.

“Pesertanya terdiri dari kader wanita partai politik dan mahasiswi dari berbagai universitas di Kabupaten Tangerang,” ujarnya. (don)