Video Call Terakhir Captain Andy, Pilot ATR yang Gugur di Gunung Bulusaraung Sulsel

REDAKSI
19 Jan 2026 20:31
3 menit membaca

SESAAT sebelum lepas landas, Captain Andy Dahanto melakukan panggilan video kepada istri dan anaknya. Video call berlangsung singkat, sekadar menanyakan kabar keluarga atau kerabat. Tak ada firasat, karena itu adalah kebiasaan Captain Andy yang tak pernah terlewat—dan akan menghubungi kembali setelah mendarat dengan selamat.

Tapi di hari Sabtu (17/1/2026) itu, panggilan yang datang hanya saat hendak terbang. Panggilan setelah landing tak kunjung datang. Padahal jadwal menunjukkan, pesawat mestinya sudah merapat di landasan.

Keluarga pun diliputi rasa cemas, khawatir pesawat mengalami nasib nahas. Benar saja, perusahaan pemilik pesawat, Indonesia Air Transport (IAT), memberikan kabar yang mengguncang. Pesawat dinyatakan hilang—dan akhirnya ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kesunyian pun menyelimuti rumah duka Captain Andy di RT 06 RW 03, Perumahan PWS, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Captain Andy merupakan warga setempat yang dikenal ramah dan dekat dengan lingkungan sekitar. Sudah puluhan tahun Captain Andy dan keluarganya tinggal di Perumahan itu.

Pantauan Senin (19/1/2026), rumah almarhum tampak lengang. Di rumah itu, hanya ada kerabat dekat yang membawa doa dan saling menguatkan. Istri dan anak Captain Andy telah bertolak ke Makassar untuk menjalani proses pencocokan DNA.

Kami mewawancarai adik ipar almarhum, Agus Mahardianto. Dengan suara lirih, dia menuturkan bahwa keluarga berusaha ikhlas menerima musibah tersebut. Meski begitu, di balik kepasrahan, masih terselip harapan.

“Kami pasrah, tapi semoga masih ada mukjizat,” ujarnya pelan.

Agus mengungkap kisah komunikasi terakhir Captain Andy dengan keluarga sebagaimana ditulis di awal naskah. Siapa sangka, itu menjadi komunikasi sekaligus penerbangan terakhir Captain Andy.

“Itu kebiasaan almarhum sejak lama. Sebelum terbang pasti video call, dan setelah mendarat juga selalu menelepon lagi,” tutur Agus.

Agus juga mengungkap kisah getir. Kata dia, pada dasarnya, keluarga—terutama istri—masih sulit mempercayai kenyataan pahit tersebut. Sebagai istri seorang pilot, kata Agus, tentu sudah terbiasa melepas suaminya terbang dan kembali pulang.

“Sebagai istri pilot, sudah biasa dan sering ditinggal. Jadi masih ada perasaan, mungkin besok atau lusa juga pulang,” kata Agus.

Dan di tengah duka itu, keluarga juga mengenang sejumlah peristiwa kecil yang kini terasa berbeda. Agus bercerita, dalam sepekan terakhir, ibunda Captain Andy beberapa kali mendapati nasi yang dimasak cepat basi. Tapi, peristiwa itu dianggap biasa saja. Namun setelah kejadian ini, keluarga menduga itu merupakan pertanda.

Bagi warga sekitar, Captain Andy dikenal sebagai sosok ramah dan bersahaja. Meski berprofesi sebagai pilot, Captain Andy aktif di lingkungan dan dekat dengan tetangga.

“Orangnya baik sekali Pak Andy itu, kalau ada keluhan soal lingkungan sekitar rumahnya pasti langsung menghubungi saya,” kata Ketua RT setempat, Fransiscus Nasir.

Testimoni bahwa Captain Andy adalah figur bersahaja juga disampaikan Subandi Musbah—yang rumahnya berdampingan dengan rumah Captain Andy. Subandi bilang, Captain Andy memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.

“Pak Andy orangnya perhatian terhadap lingkungan, kebersihan betul-betul dijaga, kalau lampu jalan lingkungan mati, dia yang biayai perbaikannya,” ujarnya.

Hal lain yang juga terungkap, Captain Andy berasal dari keluarga penerbang. Captain Andy sudah menjadi pilot sejak tahun 1990-an, mengikuti jejak sang ayah yang merupakan penerbang TNI Angkatan Laut, serta kakak pertamanya yang juga berprofesi sebagai pilot.

Pihak keluarga menyebut, Captain Andy rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum di perumahan tersebut. (don)