Puluhan Guru di Kabupaten Tangerang Dilatih AI dan Koding, Siap Ubah Cara Belajar di Sekolah

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
13 Mei 2026 20:22
2 menit membaca

SEBANYAK 90 guru SD dan SMP di Kabupaten Tangerang kini dibekali kemampuan koding dan kecerdasan artifisial (AI). Pembekalan keterampilan itu untuk mengubah cara belajar mengajar di sekolah agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Para guru itu mendapatlan pelatihan pada Program Pengembangan Kompetensi Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Angkatan IV dan V, yang ditutup Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah di Ruang Rapat Cituis, Rabu (13/5/2026).

Intan menegaskan, transformasi pendidikan tidak bisa dilepaskan dari penguasaan teknologi digital oleh tenaga pendidik. Menurutnya, guru harus mampu beradaptasi dengan cepat di tengah perkembangan AI yang kini mulai masuk ke berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan.

“Kita ingin memastikan para pendidik siap menghadapi era digital dan mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran,” ujar Intan.

Dia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebatas sertifikat, tetapi benar-benar diterapkan di ruang kelas melalui media pembelajaran berbasis digital dan pemanfaatan AI sebagai alat bantu belajar.

“Dampak pelatihan ini akan terlihat dari inovasi yang dihadirkan guru setelah kembali ke sekolah masing-masing,” katanya.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang, Beni Rachmat menjelaskan, pelatihan tersebut diikuti guru mata pelajaran TIK, Matematika, IPA tingkat SMP, serta guru kelas 4 dan 5 SD.

Pelatihan berlangsung sejak 5 hingga 13 Mei 2026 dengan metode blended learning atau kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring, bekerja sama dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Banten dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori, praktik hingga evaluasi dengan total 61 jam pembelajaran. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan kompeten dan berhak menerima sertifikat kelulusan.

“Tujuan utamanya agar para alumni mampu menerapkan ilmu koding dan AI di sekolah masing-masing untuk meningkatkan literasi digital dan inovasi pembelajaran,” jelas Beni. (don)