Pemkab Tangerang Siapkan Beragam Kemudahan untuk Relokasi Pedagang Pasar Cisoka

Redaksi Lensametro
4 Nov 2025 20:04
3 menit membaca

KAB. TANGERANG (Lensametro.com) – Penataan Pasar Cisoka di Kabupaten Tangerang bukan sekadar relokasi pedagang, tetapi menjadi langkah strategis untuk menciptakan ketertiban, keselamatan, dan kemajuan ekonomi masyarakat. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, dalam rapat koordinasi bersama Forkopimcam, perwakilan PD Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR), tokoh masyarakat, alim ulama, dan paguyuban pedagang di RM Waroeng Sunda Talaga Bestari, Selasa (4/11/25).

“Penataan pasar bukan semata soal relokasi, tetapi juga untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kemajuan ekonomi masyarakat di wilayah Cisoka. Kami sudah berkali-kali mendengarkan keluhan masyarakat, baik dari pedagang di luar maupun di dalam pasar. Penataan ini bukan untuk merugikan siapa pun, tetapi agar Cisoka menjadi wilayah yang tertib, bersih, dan perekonomiannya tumbuh dengan baik,” tegas Wabup Intan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Perumda Pasar NKR telah menyiapkan sejumlah kemudahan bagi pedagang yang akan berpindah ke dalam pasar. Fasilitas tersebut mencakup gratis sewa los selama tiga bulan pertama, keringanan tarif parkir bagi pedagang aktif, dan biaya sewa kios yang lebih terjangkau, yaitu sekitar Rp500.000 per bulan—lebih murah dibandingkan sewa di area luar yang mencapai Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000.

“Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak pindah. Sekali lagi, ini demi kebaikan bersama, supaya masyarakat bisa berbelanja dengan aman dan tertib, dan wajah Kecamatan Cisoka menjadi lebih rapi,” tandasnya.

Intan menegaskan, proses penertiban pedagang akan dilakukan secara persuasif dan humanis. Pemerintah juga akan menyediakan kendaraan angkut untuk membantu pedagang memindahkan barang dagangannya ke dalam pasar. Ia menginstruksikan aparat kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan agar bersinergi dalam menjaga ketertiban lalu lintas serta mengatur jam operasional kendaraan berat di jalur Cisoka.

“Satpol PP nanti akan mendampingi dengan cara yang baik. Barang-barang pedagang akan diangkut menggunakan mobil yang disiapkan pemerintah. Tidak ada obrak-abrik. Semua dilakukan dengan tertib dan berkeadilan,” jelasnya.

Ia berharap seluruh pihak—pemerintah daerah, kecamatan, Perumda Pasar NKR, tokoh masyarakat, dan paguyuban pedagang—dapat mencapai kesepakatan bersama demi menata pasar dan memperindah wajah Kecamatan Cisoka.

“Insya Allah ke depan, setelah penataan selesai, aktivitas ekonomi di Pasar Cisoka akan makin bergairah dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Jalanan sudah tidak macet, pasar rapi, dan masyarakat bisa belanja dengan nyaman. Ini semua demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Cisoka, Sumartono, memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah persuasif kepada para pedagang dan pemilik lahan di lokasi eks penampungan pasar. Ia menyebutkan, ada tiga hambatan utama yang sempat menghambat relokasi, yaitu pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan, kebijakan portal dan akses kendaraan, serta biaya sewa kios yang dianggap mahal.

“Alhamdulillah, kini sudah mendapatkan perhatian dan solusi. Sebagian besar pedagang sudah setuju untuk masuk ke dalam pasar. Kami terus melakukan komunikasi baik dengan pengelola maupun dengan masyarakat agar proses ini berjalan lancar,” ungkap Sumartono.

Ia menambahkan, pihak kecamatan bersama pengelola pasar juga akan menggelar kegiatan promosi dan undian belanja untuk menarik minat masyarakat agar kembali berbelanja di dalam pasar.

Dukungan penuh terhadap penataan Pasar Cisoka juga datang dari Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cisoka, tokoh masyarakat, dan alim ulama yang hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka berharap langkah relokasi ini menjadi solusi akhir setelah bertahun-tahun menghadapi ketidakpastian.

“Kami sudah menunggu empat tahun agar masalah ini tuntas. Kami berharap kebijakan pemerintah kali ini benar-benar menjadi penyelamat bagi pedagang kecil agar bisa kembali hidup dan berkembang,” ujar Nana, perwakilan paguyuban.

Tokoh masyarakat turut menyoroti pentingnya penataan bukan hanya di area pasar, tetapi juga pada sektor lain seperti lalu lintas, keselamatan jalan, dan pengaturan jam operasional truk tambang yang selama ini menimbulkan kemacetan serta potensi kecelakaan di jalur Cisoka. [LM]