
HUBUNGAN industrial yang harmonis antara serikat pekerja, pemerintah, dan pengusaha dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas iklim perekonomian di Provinsi Banten.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang, Arizal Peni, usai diterima Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu (15/4/2026).
Arizal menegaskan, komunikasi antara buruh dan pemerintah selama ini berjalan dengan baik. Termasuk dalam proses penetapan upah yang dinilai cukup responsif.
“Komunikasi berjalan dengan baik. Respons dalam penetapan upah juga baik,” ungkap Arizal.
Dia menekankan, hubungan industrial yang kondusif antara pemerintah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan pekerja harus terus dijaga. Terutama di tengah kondisi geopolitik global yang dinilai dapat berdampak pada sektor industri dan ketenagakerjaan.
Selain membahas kondisi ketenagakerjaan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan undangan resmi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan digelar pada 3 Mei 2026 di kawasan industri Modern Cikande, Kabupaten Serang.
“Kita menyampaikan undangan untuk May Day di Kabupaten Serang. Beliau bersedia untuk hadir,” kata Arizal.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Septo Kalnadi mengatakan, peringatan May Day tahun ini akan digelar secara terdesentralisasi di delapan kabupaten/kota di Banten. Pola ini diterapkan untuk efisiensi sekaligus menjaga ketertiban dalam pelaksanaan kegiatan.
“Karena pada 1 Mei dilaksanakan tingkat nasional di Monumen Nasional, teman-teman serikat pekerja akan hadir,” ujarnya.
Dia berharap seluruh rangkaian peringatan Hari Buruh di Banten dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Gubernur Banten Andra Soni sendiri dipastikan akan hadir pada puncak peringatan May Day di Kabupaten Serang pada 3 Mei 2026.
“Insya Allah, Pak Gubernur Andra Soni pada 3 Mei nanti akan hadir di Kabupaten Serang. Tahun lalu kan hadir di Kabupaten Tangerang,” katanya. (don)