PANDEGLANG; LENSAMETRO – Modus baru penipuan mengatasnamakan petugas Program Keluarga Harapan (PKH) marak di Kabupaten Pandeglang.

Hal itu diungkapkan Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Pandeglang, Sulaeman Apandi yang mendapatkan laporan dari sejumlah warga yang menjadi korban penipuan tersebut.

Ia menghimbau, agar masyarakat untuk tidak tergiur oleh bujuk rayu atau penawaran dengan modus bisa memasukan data sebagai penerima PKH serta mempercepat pencairannya.

“Jika ada orang yang datang ke rumah warga memgaku sebagai Petugas PKH atau orang Dinas (Baik itu dari Kabupaten atau Provinsi) dan menjanjikan akan ada penambahan PKH dengan melalui pembaharuan Kartu Keluarga (KK) dan meminta uang, jangan dipercaya itu sudah jelas modus penipuan,” ungkap Sulaeman Apandi kepada lensametro.com, Senin (02/03/2020).

Sulaeman Apandi menuturkan, dirinya mendapat informasi, modus demikian terjadi sedikitnya di 3 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, diantaranya Kecamatan Carita, Kecamatan Patia dan Kecamatan Panimbang.

“Korban dimintai sejumlah uang berkisar Rp60 ribu – Rp100 ribu,” tukasnya.

Sulaeman berharap, agar masyarakat waspada dan harus mengetahui mekanisme menjadi KPM. Seperti harus masuk kedalam data Basis Data Terpadu (BDT) dan yang diverifikasi langsung oleh operator di tiap desa lalu hasil verifikasi tersebut dilanjutkan oleh Kemensos.

“Kepada para Pendamping PKH yang ada di lapangan untuk lebih berhati-hati melakukan upaya antisipasi pencegahan dengan mengoptimalkan sosialisasi baik kepada KPM PKH maupun masyarakat secara luas,” tukasnya.

Ia juga mengimbau agar segera melaporkan ke pihak kepolisian jika menemukan hal  masih bademikian. “Warga kan banyak yang belum terdata, pastinya bakal tergiur.  jelas ini sangat merugikan masyarakat. Kami juga akan melaporkan ke pihak kepolisian secepatnya,” pungkasnya. (jir/joe)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *