AMKI dan Akmil Siap Berkolaborasi, Jaga Wawasan Kebangsaan di Tengah Arus Informasi Global

Redaksi Lensametro
29 Okt 2025 21:55
2 menit membaca

MAGELANG (Lensametro.com) – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat dan Akademi Militer (Akmil) menyatakan keseriusannya untuk menjalin kolaborasi strategis. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat literasi media sekaligus menanamkan semangat kebangsaan di era digital.

Komitmen itu disampaikan dalam audiensi AMKI Pusat dengan Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025). Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, membahas peluang sinergi antara dunia pendidikan militer dan organisasi media untuk membangun kesadaran nasionalisme di tengah derasnya arus informasi global.

Gubernur Akmil didampingi Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Pramungkas Agus T., Direktur Pembinaan Lembaga Pendidikan (Dirbinlem) Akmil Kolonel Inf Ignatius Tri Joko Budi S., serta Kepala Penerangan Humas Akmil Letkol Inf S. Herman Rahman.

Rombongan AMKI Pusat dipimpin Ketua Umum Tundra Meliala, didampingi Sekretaris Jenderal Dadang Rachmat, Bendahara Umum Umi Sjarifah, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Iman Handiman, Ketua Bidang Hukum Rukmana, serta Humas Herdiana.

Ketua Umum AMKI Tundra Meliala menyampaikan apresiasi atas sambutan Akmil dan menegaskan kesiapan organisasi untuk menjalin kerja sama konstruktif.

“Kami dari AMKI siap berkolaborasi dengan Akmil dalam berbagai program yang dapat memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan literasi media di era digital,” ujar Tundra, alumnus Lemhannas PPRA 51.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar menyambut positif rencana kerja sama. Ia menilai kolaborasi antara lembaga pendidikan militer dan organisasi media krusial untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta membangun ketahanan informasi bangsa.

“Kami menyambut baik kehadiran AMKI. Kolaborasi ini penting, terlebih di tengah derasnya arus media saat ini,” ujar Rano.

Dalam kesempatan itu, Rano menekankan peran Akmil sebagai kawah candradimuka yang melahirkan calon pemimpin bangsa. Ia menjelaskan makna semboyan Akmil, Adhitakarya Mahatvavirya Nagarabhakti, yang berarti “Prajurit terbaik dengan semangat besar untuk mengabdi kepada negara.”

Menurut Rano, Akmil tidak hanya mencetak pemimpin melalui pendidikan, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan keteladanan.

“Pemimpin sejati tidak hanya dilahirkan, tetapi juga dibentuk melalui proses panjang pendidikan, pengabdian, dan tanggung jawab,” tutur jenderal bintang dua yang pernah menjabat Dandim 1701/Jayapura.

Rano mencontohkan beberapa lulusan Akmil yang menjadi Presiden Republik Indonesia, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto, sebagai bukti kontribusi lembaga dalam mencetak pemimpin bangsa.

Pertemuan juga membahas peran media dalam pembinaan generasi muda, penguatan kepemimpinan, kegiatan retret, serta isu-isu kebangsaan, termasuk situasi di Papua.

Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk melanjutkan kerja sama di masa depan. [LM]