Sahroni DPR RI Bantu Modal Usaha Keluarga Pengemudi Ojol Korban Begal, Istri Minta Pelaku Dihukum Berat

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
4 Agu 2026 12:23
2 menit membaca

WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan bantuan modal usaha dan sembako kepada keluarga Agus Tejo Prabowo (40), pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah ditikam begal di kawasan Villa Taman Bandara, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/7/2026).

Bantuan disalurkan Tim Ahmad Sahroni Center (ASC), Selasa (4/8/2026) ke rumah korban di Perumahan Kemuning Permai, Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

“Kedua anak almarhum juga harus tetap bisa tumbuh dan melanjutkan pendidikan dengan baik,” kata Sahroni melalui keterangan tertulis.

Dia berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Serta menjadi modal awal bagi keluarga korban untuk membuka usaha agar roda perekonomian keluarga tetap berjalan.

Selain memberikan bantuan, Sahroni juga berharap proses hukum terhadap pelaku berjalan maksimal sehingga keluarga korban memperoleh keadilan.

“Saya juga berharap pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku agar ada rasa keadilan bagi keluarga korban,” ujarnya.

Sementara itu, istri korban, Poppy Aprianti, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut, ujar Poppy, rencananya akan digunakan untuk membiayai kebutuhan serta masa depan dua anak yang ditinggal korban.

“Dengan bantuan ini saya bisa memulai usaha kecil-kecilan di rumah untuk anak-anak, untuk masa depan anak-anak,” kata Poppy.

Dia kemudian menyampaikan apresiasi dan doa kepada Ahmad Sahroni atas bantuan yang diberikan. Sambil terisak, Poppy juga menegaskan, almarhum merupakan sosok pria yang baik dan menjadi tulang punggung utama bagi keluarga. Dia pun berharap hakim dapat memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

“Ya maunya hukuman setimpal, hukuman mati kalau bisa,” ucapnya.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras 50 kilogram, 30 dus mi instan, 200 liter minyak goreng, 25 kilogram telur, gula, deterjen, aneka bumbu dapur, perlengkapan mandi, minuman sachet, snack, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan total mencapai ratusan paket.