
PEMKAB TANGERANG melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang terus mematangkan pelaksanaan ekonomi sirkular melalui Program Eco Pioneer yang dipilotkan di Kecamatan Kelapa Dua.
Sebagai arsitek pembangunan daerah, konsep ekonomi sirkular disebut Bappeda sebagai kebijakan pembangunan berkelanjutan.
“Program Eco Pioneer dirancang sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy, Sabtu (10/1/2026).
Erwin menerangkan, program itu bukan sekadar berorientasi pada pengurangan timbulan sampah. Tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat.
Kata dia, Program Eco Pioneer mendorong pemilahan sampah dari sumber, khususnya rumah tangga, guna menekan beban tempat pembuangan sementara (TPS).
“Sekaligus mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca yang menjadi salah satu target pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Erwin, ekonomi sirkular bukan sekadar program lingkungan, tetapi arah kebijakan jangka panjang yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Dia menambahkan, pemanfaatan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam pelaksanaan Eco Pioneer.
“Dengan data timbulan sampah yang tercatat secara akurat di tingkat kecamatan, pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” bebernya.
Erwin menilai, perencanaan pembangunan harus berbasis data yang akurat. Dengan demikian, pemerintah daerah bisa memiliki landasan yang solid dalam pengambilan kebijakan. Sehingga busa benar-benar efektif.
Erwin, lalu menyampaikan, pembangunan ekosistem ekonomi sirkular memerlukan proses berkelanjutan. Karena itu, lanjut dia, pelaksanaan Eco Pioneer akan terus dipantau dan dievaluasi secara bertahap selama tiga tahun ke depan.
Konsep ekonomi sirkular melalui Program Eco Pioneer menegaskan posisi Bappeda sebagai motor perencanaan sekaligus pengawal implementasi kebijakan. Melalui perencanaan yang matang, transformasi pembangunan diharapkan dapat berkelanjutan.
“Sehingga pembangunan di Kabupaten Tangerang berjalan konsisten dan terukur,” tandasnya. (don)