Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang Tancap Gas Tangani Sungai Cirarab, Siapkan Turap 700 Meter di Titik Kritis

REDAKSI
13 Apr 2026 18:49
2 menit membaca

DINAS Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang menggeber penanganan Sungai Cirarab. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan turap sepanjang sekitar 700 meter di sejumlah titik kritis yang terdampak erosi.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah mengatakan, kondisi Sungai Cirarab saat ini mengalami perubahan signifikan. Penyempitan badan sungai menyebabkan aliran air tidak tertampung secara optimal, terutama saat debit air dari hulu meningkat.

“Awalnya badan sungai cukup lebar, namun saat ini semakin menyempit. Akibatnya, aliran air yang besar menggerus tebing sungai di sejumlah titik,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Dia menjelaskan, pembangunan turap menjadi langkah strategis untuk memperkuat bantaran sungai sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah. Penanganan, kata dia, difokuskan pada titik-titik yang dinilai paling rawan mengalami pengikisan.

Iwan juga menegaskan, penanganan Sungai Cirarab tidak bisa dilakukan secara parsial oleh pemerintah daerah. Sebab kewenangan sungai berada di bawah pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PUPR, maka diperlukan sinergi lintas pemerintahan.

“Penanganan ini dilakukan bersama-sama, antara BBWS, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten,” jelas Iwan.

Di sisi lain, rencana pembangunan turap masih menghadapi kendala di lapangan, terutama terkait kondisi lahan di sempadan sungai yang belum steril dari bangunan. Hal ini membuat alat berat belum dapat masuk untuk memulai pekerjaan.

“Pekerjaan turap baru bisa dilakukan setelah kondisi lahan clear and clean. Saat ini masih terhalang bangunan,” pungkasnya.

Langkah yang diambil DBMSDA ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi penyempitan Sungai Cirarab sekaligus melindungi wilayah sekitar dari risiko kerusakan akibat abrasi dan luapan air. (*)