Dikebut Bertahap, Pemkab Tangerang Genjot Rekonstruksi Jalan Gardu Tanah Merah Pakuhaji

REDAKSI
8 Apr 2026 14:29
2 menit membaca

PEMKAB Tangerang mulai menggenjot rekonstruksi Jalan Gardu Tanah Merah di Kecamatan Pakuhaji dengan skema bertahap. Proyek strategis ini dibagi dalam lima segmen pekerjaan. Langkah tersebut untuk memastikan penanganan lebih efektif sekaligus menyesuaikan kondisi di lapangan.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) yang menggarap proyek tersebut, fokus pada titik-titik kerusakan prioritas. Tahap awal telah dimulai dengan penanganan sepanjang 712 meter dengan lebar jalan 7 meter, yang menelan anggaran sekitar Rp7,4 miliar.

“Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar lebih optimal, baik dari sisi teknis maupun penganggaran,” ujar Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DBMSDA Kabupaten Tangerang Ardiansyah Putra.

Ardiansyah bilang, pembagian segmen dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan serta pertimbangan teknis. Selanjutnya, proyek bakal berlanjut ke segmen-segmen lain yang saat ini masih dalam proses pengadaan.

Untuk segmen 2 sepanjang 578 meter dialokasikan anggaran Rp6,092 miliar. Segmen 3 sepanjang 605 meter sebesar Rp6,297 miliar, segmen 4 sepanjang 441 meter sebesar Rp4,766 miliar, dan segmen 5 sepanjang 561 meter dengan anggaran Rp6,088 miliar.

Apabila seluruh segmen rampung, total penanganan jalan ini akan mencapai lebih dari 2,8 kilometer dengan nilai anggaran puluhan miliar rupiah.

Ardiansyah menegaskan, rekonstruksi Jalan Gardu Tanah Merah menjadi prioritas karena perannya yang vital sebagai jalur penghubung di wilayah utara Kabupaten Tangerang.

“Perbaikan ini penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang,” katanya.

Meski demikian, masih terdapat sekitar 1,3 kilometer ruas jalan yang belum tertangani. Pemerintah daerah menargetkan sisa tersebut akan dilanjutkan pada program berikutnya.

Dengan skema bertahap ini, diharapkan kualitas jalan meningkat signifikan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Pakuhaji dan sekitarnya. (*)