Dari Keluarga Tak Mampu ke Bangku Kedokteran, Beasiswa Tangerang Gemilang Buka Akses Pendidikan untuk Masyarakat

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
27 Jul 2026 21:11
2 menit membaca

MIMPI menjadi dokter yang terasa mustahil bagi anak dari keluarga kurang mampu kini mulai menjadi kenyataan. Pemkab Tangerang menunjukkan komitmen memperluas akses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang, yang tahun ini bahkan mengantarkan dua putra-putri daerah menembus Fakultas Kedokteran.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sekaligus penyerahan Beasiswa Tangerang Gemilang dan Beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG-PAUD di Auditorium Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Senin (27/7/2026).

Bupati Tanpa Maesyal Rasyid mengatakan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah terus memperluas kesempatan kuliah bagi masyarakat.

“Khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi,” kata Maesyal.

Dia mengungkapkan, sejak 2025 hingga 2026, lebih dari 485 mahasiswa asal Kabupaten Tangerang telah menempuh pendidikan di UMT melalui beasiswa penuh. Beasiswa itu mencakup biaya pendaftaran, formulir, hingga uang kuliah selama empat tahun.

“Mereka mendapatkan fasilitas pendidikan secara gratis sampai menyelesaikan pendidikan,” katanya.

Menurutnya, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Mudah-mudahan mereka menjadi sarjana, menjadi pemimpin, dan menjadi SDM unggul yang akan mengisi pembangunan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Maesyal juga memastikan kuota penerima Beasiswa Tangerang Gemilang akan terus ditingkatkan setiap tahun. Hal itu agar semakin banyak generasi muda yang bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Selain bekerja sama dengan UMT, Pemkab Tangerang juga menyalurkan beasiswa ke sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Al-Azhar Mesir, IPB University, Swiss German University (SGU), Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, serta berbagai perguruan tinggi lainnya.

Pada kesempatan itu, Maesyal turut mengungkapkan kebanggaannya karena tahun ini terdapat dua penerima Beasiswa Tangerang Gemilang yang berhasil diterima di Fakultas Kedokteran.

“Mudah-mudahan mereka segera menjadi dokter dan dapat mengabdi kepada masyarakat serta bangsa dan negara,” tuturnya.

Dia menegaskan, program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4 atau keluarga yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk melanjutkan pendidikan.

“Mereka inilah yang menjadi prioritas agar cita-cita mereka menjadi sarjana bisa terwujud meskipun memiliki keterbatasan ekonomi,” tegasnya.

Salah satu penerima beasiswa kedokteran, Intan Nurfadilah, warga Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dia mengaku sempat tidak berani bermimpi bisa kuliah di Fakultas Kedokteran karena keterbatasan ekonomi keluarganya.

“Saya benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa kedokteran. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah memberikan kesempatan ini kepada saya,” ucapnya.