Dampak Pengumuman Korban Corona di Banten; Pedagang Asongan Takut Keluar, Penjual Jamu Laris Manis

oleh

PANDEGLANG; LENSAMETRO – Viralnya video pengumuman Gubernur Banten Wahidin Halim yang menyatakan empat warga Banten yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19 berdampak ke aktifitas warga di Banten.

Cecep Munajat salah satu warga Cikole Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang mengaku khawatir dan riskan pasca pengumuman warga Banten terjangkit virus corona.

“Saya setiap hari bekerja sebagai pedagang asongan dan berhubungan langsung dengan keramaian,” ungkap Cecep Munajat kepada lensametro.com, Jumat (13/03/2020).

Lanjutnya, dirinya tiap hari turun naik bus menjajakan dagangannya seperti kacang, kuaci, permen (cangcimen), air mineral dan sebagainya.

“Setelah ada video itu saya jadi khawatir. Sebab, selain turun naik bus. Dirinya juga berjualan di Cikole Water Park (CAS) yang pastinya banyak orang asing dari luar kota ditempat saya berjualan,” tukasnya.

Ia berharap, pemerintah segera melakukan tindakan terkait penyebaran virus corona. Agar warga seperti dirinya yang bekerja di tempat keramaian bisa nyaman dan damai serta fokus mengais rezeki.

“Kalau seperti ini, jadi was-was di satu sisi kebutuhan hidup harus tetap terpenuhi,” tukasnya.

Berbeda dengan Katinah, penjual jamu keliling asli jawa yang berdomisili di Kampung Kadumaria, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Tangerang ini meskipun ada kekhawatiran.

Namun, dirinya mengaku penjualan jamu semakin laris dan banyak pembelinya pasca pengumuman warga Banten terjangkit virus corona.

“Omset meningkat sampai dua kali lipat dan semakin ramai yang meminati jamu hasil racikannya. Karena jamu bisa menambah daya tahan tubuh,” ucapnya.

Lanjutnya, selain ramai dengan pembeli, langganan jamu buatannya makin bertambah dari sebelumnya.

“Biasanya kalau keliling paling langganan tetap saja yang membeli. Tapi sekarang guru-guru juga jadi langganan,” pungkasnya. (jir/joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.