Gen Z, Komunitas Reggae, hingga Para Jaro Berbaur dalam Spirit Cycling di Samanea

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
20 Sep 2026 13:00
2 menit membaca

SEKITAR 500 pesepeda dari beragam latar belakang berkumpul di kawasan Samanea Indonesia, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (19/9/2026) sore.

Uniknya, kegiatan bertajuk “Spirit Cycling” itu tidak hanya diikuti komunitas pesepeda senior. Generasi Z, komunitas reggae, hingga para jaro atau kepala dusun turut membaur dalam satu rombongan.

Perbedaan usia, komunitas, hingga latar belakang tersebut seolah melebur ketika para peserta mengayuh sepeda bersama. Sepeda ontel yang menjadi identitas utama kegiatan juga membuat suasana gowes terasa berbeda dari agenda bersepeda pada umumnya.

Panitia Spirit Cycling, AA Surya Abdul Fitri, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai komunitas.

“Semuanya yang ikut serta kurang lebih 500 orang peserta dari berbagai komunitas,” ujar Surya di lokasi acara.

Menurutnya, kegiatan ini tidak semata-mata ditujukan sebagai aktivitas olahraga. Spirit Cycling juga membawa pesan tentang sejarah, budaya dan gaya hidup sehat di tengah kehidupan masyarakat urban.

Melalui sepeda ontel, peserta diajak mengenal kembali salah satu bagian dari perjalanan transportasi dan budaya masyarakat masa lalu, sekaligus mengampanyekan aktivitas bersepeda yang ramah lingkungan.

“Kami ingin menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap sejarah, sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa polusi. Bersepeda dengan ontel bukan sekadar olahraga, melainkan cara kami merawat warisan budaya bangsa,” katanya.

Rute Spirit Cycling dimulai dari halaman utama Samanea, kemudian menyusuri jalur hijau di kawasan sekitar sebelum kembali ke titik awal.

Tak hanya gowes bersama, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan pameran sepeda ontel langka, bursa onderdil, serta penghargaan bagi peserta dengan kostum paling unik.

Pemilihan kawasan Samanea sebagai lokasi kegiatan, kata Surya, mempertimbangkan kondisi fasilitas dan jalur yang dinilai mendukung kegiatan komunitas dalam jumlah besar.

“Kawasannya memiliki jalur yang luas, bersih dan representatif untuk menjadi titik kumpul komunitas dalam skala besar,” ujarnya.

Pihak manajemen Samanea Indonesia menyambut positif kegiatan tersebut. Kawasan yang mereka kelola diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas positif, baik dalam bidang olahraga maupun komunitas kreatif.

Spirit Cycling pun menjadi gambaran bahwa aktivitas bersepeda dapat menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dan komunitas, dari anak muda hingga para jaro, dengan sepeda ontel sebagai pengikatnya.