Ngabuburead ala Desa Cangkudu: Anak-anak Isi Ramadan dengan Sanlat di Masjid Jami’ Aturrohmah

REDAKSI
6 Mar 2026 20:06
2 menit membaca

SUASANA menunggu waktu berbuka puasa di lingkungan Masjid Jami’ Aturrohmah, Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, terasa berbeda.

Puluhan anak mengikuti kegiatan Ngabuburead, sebuah program ngabuburit yang diisi dengan kegiatan literasi, pesantren kilat, serta berbagai aktivitas edukatif.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak Kamis (5/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026). Pelaksanaannya diinisiasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Jendela Literasi Wanita (Jelita) bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami’ Aturrohmah, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Modern Sultan Hasanuddin Al-Jawi, Lebak.

Beragam kegiatan disiapkan untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Di antaranya tahsin, tahfidz Al-Qur’an, kajian Islami, belajar baca tulis Al-Qur’an, hingga pengenalan kosakata bahasa Arab. Selain itu, anak-anak juga mengikuti berbagai lomba edukatif yang dikemas secara menarik dan menyenangkan.

Founder TBM Jelita Dewinta Agustin mengatakan, program Ngabuburead dirancang agar anak-anak dapat memanfaatkan waktu ngabuburit dengan kegiatan yang positif sekaligus menambah wawasan.

Dia bilang, amadan adalah momentum yang baik untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan literasi.

“Kami ingin ngabuburit tidak hanya diisi dengan kegiatan bermain, tetapi juga belajar hal-hal yang bermanfaat,” ujar Dewinta.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi, belajar bersama, dan menumbuhkan semangat membaca sejak dini.

Sementara itu, Ketua DKM Jami’ Aturrohmah Ustaz Haji Imroni mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sanlat yang menghadirkan pemateri dari pondok pesantren memberikan nilai tambah bagi anak-anak.

“Alhamdulillah kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak dan orang tua,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan generasi muda.

Dia juga berharap, melalui kegiatan tersebut anak-anak dapat mengisi Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat. Sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman sejak usia dini.