BISNIS | LENSAMETRO.COM – Menyambut tahun 2023, BPRS Way Kanan berkolaborasi dengan Muamalat Institute (MI) terkait dengan beberapa program pengembangan bisnis, dan juga penguatan tata kelola dari BPRS Way Kanan melalui peningkatan kualitas SDM yang baik.

Lembaga keuangan sangat rentan dengan risiko tindak kejahatan keuangan.

Direktur BPR Syariah Way Kanan Suryanti mengatakan, salah satu strategi penguatan tata kelola yang baik, maka bertepatan dengan hari anti korupsi, sejumlah karyawan BPRS Way Kanan mengikuti pelatihan terkait dengan APU-PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) yang diselenggarakan oleh Muamalat Institute.

Menurut Suryanti, penerapan program APU dan PPT tidak saja penting untuk pemberantasan pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme, namun juga untuk mendukung dalam langkah mitigasi yang dapat melindungi penyelenggara, maupun pengguna jasa dari berbagai risiko yang mungkin timbul.

“Kami di BPRS Way Kanan berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas SDM dalam hal implementasi 5 pilar penerapan program APU PPT yaitu melalui pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi, kebijakan dan prosedur, pengendalian intern, sistem manajemen informasi serta peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan,” ujar Suryanti dalam keterangan tertulis, Rabu (28/12/2022).

“Hal ini sejalan dengan visi manajemen juga guna mendukung regulator dalam menciptakan industri jasa keuangan yang kuat dan kompetitif di era digital seperti saat ini,” lanjutnya.

Selain melaksanakan pelatihan APU PPT, sejalan dengan arah transformasi BPRS dari OJK terkait dengan digitalisasi dan juga pengembangan SDM untuk menunjang bisnis BPRS yang bersaing dengan lembaga jasa keuangan lainnya.

Program kolaborasi dengan Muamalat Institute diharapkan menjadi penggerak sejumlah perubahan pada BPRS Way Kanan dalam menyongsong visi.

Direktur Eksekutif Muamalat Institute Anton Hendrianto menegaskan, pada prinsipnya Muamalat Institute mendukung program pengembangan bisnis dari BPRS Way Kanan.

Khusisnya dalam melakukan transformasi ke arah lebih baik maka kunci utama adalah di pengembangan SDM, oleh karena itu karyawan BPRS Way Kanan harus dilengkapi dengan skill dan juga kompetensi yang berdaya saing.

Lebih lanjut, program yang ditawarkan oleh Muamalaat Institute yaitu terkait dengan penguatan bisnis BPRS seperti melalui Rahn Gadai Emas, digitalisasi melalui aplikasi mobile banking, dan juga terkait dengan penguatan peran BPR dan BPRS terhadap daerah itu sendiri.

“BPRS Way Kanan merupakan lembaga keuangan syariah yang terus melakukan inovasi produk layanan yang diberikan untuk nasabah,” kata Anton.

BPRS Way Kanan sangat mendukung perekonomian Kabupaten Way Kanan dalam memperkuat sektor riil melalui penguatan UMKM, dan industri halal.
“Serta optimalisasi sektor unggulan untuk tetap menjadi lembaga keuangan kebanggan masyarakat Kabupaten Way Kanan,” tukas Anton.(ris)