oleh

LPA Banten Desak Ekplotasi Anak ‘Manusia Silver’ Dihukum Berat

TANGSEL, LENSAMETRO.com– Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten mendesak pelaku Eksploitasi anak pada bayi 10 bulan yang dicat menjadi ‘manusia silver’ di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihukum berat.

Ketua LPA Banten Iip Syahfrudin dalam siaran pers yang diterima awak media pasa Kamis, 30 September 2021 mengatakan, peristiwa bayi yang dibuat silver tersebut merupakan suatu tindakan yang bukan hanya tentang melanggar hak dan merendahkan harkat dan martabat anak.

“Tetapi lebih dari itu, memporak-porandakan sejumlah aturan hukum tentang perlindungan anak di Indonesia,” ujar Iip Syahfrudin.

Pria yang akrab disapa Ipank ini menegaskan, pelaku eksploitasi ekonomi terhadap anak harus dihukum berat, meskipun pelakunya adalah orang tua si anak untuk memberi efek jera.

Baca Juga ; Catatan LPA; Kekerasan Anak Meningkat di Pandeglang, Apakabar KLA Pratama 2019?

Sisi lain, kepada pemerintah harus ingat
kembali tentang deklarasi yang pernah dilakukan, yaitu Indonesia Bebas anak jalanan tahun 2017 lalu.

“Tangkap, proses dan hukum jaringan tersebut, agar menjadi informasi, pembelajaran dan terapi kejut bagi masyarakat, khususnya para pelaku,
sehingga tidak lagi terjadi proses-proses pelanggaran dan pengkerdilan
terhadap hak-hak anak di Indonesia,” tegasnya.

Dia menambahkan, kecenderungan hukuman ringan tersebut karena adanya kekhawatiran bahwa anak tersebut tidak ada yang mengurus.

Spesifik tentang perlindungan bagi anak dan atau bayi yang dijadikan manusia silver.

Baca Juga ; LPA Banten Kecam Oknum Guru yang Cabuli 11 Anak SD di Serang

Hal tersebut, kata Ipank sudah diatur dalam UU No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Peraturan
Pemerintah No 78 tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak. Serta jika terdapat di daerah tersebut yaitu Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak. (zie/joe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed