oleh

Sindikat Open BO di Sumur Bandung Jayanti Dibongkar Polisi, Segini Tarifnya

TANGERANG, LENSAMETRO.com- sindikat prostitusi online atau Open BO (booking out) di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang dibongkar polisi.

Dari pengungkapan kasus prostitusi melalui aplikasi MiChat tersebut, sebanyak duatersangka diringkus polisi yakni berinisial DR (19) dan DD (50).

DR (19) berperan menawarkan perempuan kepada lelaki hidung belang. Dan DD (50) yang berperan sebagai mucikari dan penyedia kamar serta alat kontrasepsi (kondom).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat konferensi pers di Mapolsek Cisoka, Jumat (17/9/2021), mengungkapkan, terbongkarnya kasus tersebut bermula ketika petugas dari Polsek Cisoka mendapatkan informasi bahwa salah satu rumah di Desa Sumur Bandung kerap dijadikan lokasi prostitusi.

“Kemudian Polsek Cisoka melakukan penyelidikan dan dari hasil penyelidikan dilakukan penindakan dengan melakukan penggerebekan,” ungkap Wahyu

Dari penggerebekan tersebut selain dua tersangka. Polisi juga mendapati 2 orang perempuan berinisial SM (20) dan SL (19). Kedua perempuan tersebut diduga merupakan perempuan yang ditawarkan tersangka DR ke lelaki hidung belang.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Dari keterangan para tersangka dan saksi-saksi, diketahui modus operandi prostitusi itu menggunakan aplikasi MiChat.

Tersangka DR menawarkan perempuan kepada lelaki hidung belang. Ketika harga sudah disepakati, DR pula yang menjemput perempuan untuk dibawa ke rumah tersangka DS yang dijadikan lokasi prostitusi.

Baca Juga ; Sindikat Open BO di Panongan Tangerang Terbongkar, Kondom Bekas Jadi Barang Bukti

Kepada polisi, tersangka mengaku setiap transaksi berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu.

“Tersangka DR mendapatkan Rp30 ribu untuk setiap transaksi dan tersangka DD mendapatkan Rp70 ribu,” ungkap Wahyu.

Kasus itu sedang dalam penyelidikan mendalam. Polisi mengamankan barang bukti berupa kondom, 2 unit telepon genggam, dan uang tunai diduga hasil transaksi prostitusi.

Para tersangka dijerat Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE.l dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (joe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed