Setelah 3 Kali Digerebek Warga, Warung Jualan Obat Ilegal di Kelurahan Muncul Ditindak Polisi

oleh -193 Dilihat
oleh
Setelah 3 Kali Digerebek Warga, Warung Jualan Obat Ilegal di Kelurahan Muncul Ditindak Polisi

TANGSEL | Lensametro.com-, Polsek Cisauk akhirnya menindak warung kelontong yang diduga berjualan obat keras daftar G di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan, awalnya piket Polsek Cisauk mendapatkan informasi adanya kegiatan masyarakat yang mendatangi warung itu. Warga beramai-ramai datang untuk meminta warung yang menjual obat keras daftar G tanpa izin itu tutup.

“Mendapat laporan tersebut tim langsung mendatangi tempat kejadian dan melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisial MR (17),” kata Dhady, Rabu (1/11/2023).

Dikatakan Dhady, barang bukti yang berhasil diamankan berupa 212 butir tramadol, 318 butir hexymer, dan uang hasil penjualan.

Dhady menyampaikan, penjualan obat terlarang itu dilakukan di warung kelontong agar tidak mencolok dan mencurigakan.

“Tersangka yang kami amankan dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Tersangka MR dijerat dengan Pasal 435 juncto 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warung itu sudah 3 kali digerebek warga. Sekretaris Kelurahan Muncul Muhammad Ali menerangkan, penggerebekan pertama, kata dia, dilakukan pada bulan Ramadhan tahun 2022.

“Pertama kali penggerebekan, kita lakukan pada tahun 2022 saat bulan puasa. Kita selesaikan secara kekeluargaan dengan konsekuensi harus meninggalkan wilayah kami,” ucapnya.

Selang beberapa bulan kemudian, warung itu kembali beroperasi dengan menjual obat yang sama. Namun dijaga orang yang berbeda.

“Kami melakukan penindakan lagi dengan melakukan mediasi kepada pemilik warung. Kita minta untuk menutup aktifitas penjualan obat terlarang tersebut,” kata dia.

Saat penggerebekan, kata Ali, warga juga memasang spanduk imbauan agar tidak menjual obat terlarang golongan G.

“Setelah kita lakukan sosialisasi, kami mendapat laporan bahwa spanduk yang kita pasang bersama telah dilepas dan pihak warung kembali membuka dan masih menjual obat yang sama,” jelasnya.

“Untuk ketiga kalinya ya kita serahkan langsung ke Polsek Cisauk untuk dilakukan upaya hukum, karena barang bukti yang kita temukan sebanyak ratusan pil obat tramadol dan hexymer yang siap dijual,” tandasnya (Jody).

No More Posts Available.

No more pages to load.