PANDEGLANG ; LENSAMETRO – Ribuan Nahdliyin memadati puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-94 Nahdlatul Ulama di Alun-Alun Pandeglang, Rabu (11/03/2020) malam.

Terlihan para kiai dan santri yang mendominasi dari berbagai pondok pesantren di Pandeglang ikut memadati jantung Kota Berkah sejak sore.

Pantauan di lokasi, walaupun acara sempat diguyur hujan gerimis. Namun, tidak melunturkan semangat para jemaah.

Lantunan solawat dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars ‘Kebangsaan’ NU atau Subhanul Wathon semarak dinyanyikan.

Acara pun semakin meriah setelah  kelompok pemusik muslim Sufi Debu naik ke panggung dan membawa beberapa lagu hits.

Ketua Panitia Kegiatan, Gus Hubab Hanafi mengatakan, acara ini bagian dari titik awal kebangkitan NU di Pandeglang. Sebab jika berkaca pada sejarah NU di Banten, pertama kalinya lahir di Pandeglang yaitu di Menes.

“Ini awal dari kebangkitan NU di Kabupaten Pandeglang dan umumnya di Provinsi Banten,” ujar Gus Hubab.

Sementara, acara semakin khidmad, saat Ulama Karismatik Abuya Muhtadi Dimyati Cidahu memimpin istigosah. Lalu dilanjutkan dengan tausiyah dipimpin langsung pimpinan Majelis Ahbaburasul Karawang Sayyid Seif Alwi Ba’alawi dan diakhiri dengan pemotongan puluhan tumpeng. (jir/joe)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *