Polda Banten Bongkar Praktik Oplos Tabung Gas Elpiji, Rugikan Negara Rp 1 Miliar Per Hari

oleh -390 Dilihat
oleh
Polda Banten Bongkar Praktik Oplos Tabung Gas Elpiji, Rugikan Negara Rp 1 Miliar Per Hari

SERANG | Lensametro.com-, Direktorat Kriminal Khusus Polda Banten membongkar praktik ilegal pengoplosan tabung gas Elpiji bersubsidi di wilayah Tangerang. Dari pengungkapan itu, polisi menetapkan 8 orang tersangka.

“Pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan kasus serupa yang terjadi di Kabupaten Lebak pada September 2023,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim saat konferensi pers di Polda Banten, Rabu (13/12/2023).

Pada pengembangan itu, Polda Banten mengendus adanya jaringan penyuntikan gas subsidi yang beroperasi di wilayah Tangerang.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, kami berhasil menangkap 8 orang tersangka berinisial TJ (56), HR (40), SD (24), AG (50), DM (32), RZ (20), KR (38), dan RZ (29),”papar Karim.

Dijelaskan Karim, modus operandi para tersangka adalah dengan mengumpulkan tabung gas subsidi 3 kilogram dari berbagai wilayah. Kemudian menyuntikkan gas itu ke tabung gas nonsubsidi kilogram dan 50 kilogram.

“Setiap tabung gas subsidi 3 kilogram bisa disuntikkan ke 1 tabung gas nonsubsidi 12 kilogram. Dan 16 tabung gas subsidi 3 kilogram bisa disuntikkan ke 1 tabung gas nonsubsidi 50 kilogram,” ujar Karim.

Karim menyampaikan, aksi para tersangka sudah berjalan selama 2 tahun. Dalam kurun waktu itu, para tersangka berhasil meraup keuntungan sebesar Rp1,05 miliar per hari.

“Sedangkan akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp1.141.770.000 per hari,” ucap Karim.

Dari para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 11 mobil jenis pikap, 4 unit mobil truk, 1 sepeda motor, 2638 tabung gas elpiji 3 kilogram, 587 tabung gas elpiji 12 kilogram, 74 tabung gas elpiji 50 kilogram, ratusan selang regulator, seratusan alat transfer gas, dan 5 unit timbangan elektronik.

Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap 15 pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya dengan berbagai peran.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Undang-Undang tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun atau pidana denda paling banyak Rp60 miliar. (Don).

No More Posts Available.

No more pages to load.