Perbedaan antara pegawai Honorer Dan PPPK

oleh -239 Dilihat
oleh
Perbedaan antara pegawai Honorer Dan PPPK
ilustrasi pegawai, Photo : istimewa

kita akan membahas perbedaan antara pegawai honorer dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Keduanya adalah kategori pekerja yang seringkali ditemui di sektor pemerintahan, tetapi terdapat beberapa perbedaan penting yang perlu dipahami.

1. Status dan Hukum Kerja:
Pegawai Honorer: Pegawai honorer tidak memiliki status sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan bekerja secara tidak tetap. Mereka biasanya dipekerjakan berdasarkan kontrak atau surat perjanjian kerja dengan durasi tertentu. Pengangkatan mereka tidak melalui mekanisme seleksi CPNS dan mereka tidak memiliki jaminan status kepegawaian.
PPPK: Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) adalah pegawai yang memiliki status sebagai aparatur sipil negara (ASN). Mereka diangkat melalui seleksi ASN dan memenuhi persyaratan tertentu untuk mendapatkan kontrak kerja dengan masa kerja tertentu. PPPK diatur dalam undang-undang ASN yang memberikan mereka hak dan kewajiban yang serupa dengan PNS.

2. Hak dan Kewajiban:
Pegawai Honorer: Pegawai honorer memiliki hak dan kewajiban yang mungkin berbeda-beda tergantung pada perjanjian kerja mereka. Mereka tidak mendapatkan jaminan status kepegawaian, tunjangan khusus, atau fasilitas yang sama dengan PNS. Meskipun ada undang-undang yang mengatur hak-hak mereka, implementasinya seringkali kurang jelas.

PPPK: PPPK, sebagai bagian dari ASN, memiliki hak dan kewajiban yang diatur secara jelas dalam undang-undang ASN. Mereka mendapatkan tunjangan dan hak-hak yang hampir sama dengan PNS, seperti jaminan kesehatan, tunjangan keluarga, pensiun, dan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan.

3. Peluang Karir dan Kenaikan Pangkat:
Pegawai Honorer: Pegawai honorer tidak memiliki peluang karir yang jelas atau kenaikan pangkat. Mereka juga biasanya tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan yang dapat meningkatkan kemampuan dan keahlian mereka.

PPPK: PPPK memiliki kesempatan untuk mengembangkan karir mereka seperti halnya PNS. Mereka dapat mengikuti pelatihan dan pengembangan yang relevan dengan pekerjaan mereka dan memiliki jenjang kenaikan pangkat yang secara sistematis diatur.

4. Jaminan Kesejahteraan:
Pegawai Honorer: Pegawai honorer tidak memiliki jaminan kesejahteraan yang sama dengan PNS. Mereka mungkin tidak mendapatkan tunjangan pensiun atau jaminan kesehatan yang memadai.
PPPK: PPPK memiliki fasilitas jaminan kesehatan dan pensiun seperti yang dimiliki oleh PNS. Mereka juga memiliki hak cuti tahunan dan cuti sakit yang diatur secara jelas.

Dalam kesimpulannya, pegawai honorer dan PPPK adalah dua kelompok pekerja yang berbeda. Meskipun pegawai honorer tidak memiliki status kepegawaian yang jelas dan fasilitas yang sama dengan PNS, PPPK memiliki status ASN dan hak-hak yang hampir sama dengan PNS. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pegawai honorer serta mengakui kontribusi mereka dalam mengabdi pada negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.