KABUPATEN TANGERANG | Lensametro.com – Palang Merah Indonesia (PMI) bersama International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) didukung oleh Tides Foundation (Google) dan Project Siap Siaga mendukung program penerimaan Bantuan Non Tunai (BNT) di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pemberian BNT kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 menjadi salah satu metode distribusi bantuan untuk memberdayakan masyarakat dalam menentukan sendiri kebutuhannya.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat yang memiliki UMKM bisa meningkatkan resiliensinya dari dampak penurunan ekonomi akibat pandemi sesuai dengan kebutuhan untuk melanjutkan usaha-usahanya. Sebanyak 5.699 kepala keluarga mendapatkan bantuan di empat Kabupaten di Tangerang dan Serang. Penerima manfaat dari program ini adalah masyarakat yang belum mendapat bantuan pemerintah, belum memiliki izin usaha, serta masyarakat yang rentan akibat dampak COVID-19.

Sejak WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global, banyak masyarakat yang semakin rentan karena terkena dampak ekonomi.

“PMI didukung oleh IFRC dan mitranya menjalankan program BNT untuk mengurangi kerentanan masyarakat yang secara ekonomi terdampak akibat COVID-19. Selain meningkatkan resiliensi masyarakat melalui BNT, protokol kesehatan dan vaksinasi juga perlu dilakukan secara bersamaan agar masyarakat lebih kuat,” ujar Elkhan Rahimov, selaku Kepala Delegasi IFRC untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Singapore, Timor-Leste, dan perwakilan untuk ASEAN.

“Semoga Bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk membantu perekonomian keluarga, menjadi keluarga tangguh secara ekonomi,” ujar Letjen TNI (pur) H. Sumarsono SH, ketua bidang Penanggulangan Bencana PMI.

Lebih lanjut, Bapak Sumarsono juga mengutarakan bahwa “Pandemi COVID-19 ini memberi kita pelajaran untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta memberikan pengalaman berharga kepada kita semua akan pentingnya pencegahan khususnya kesehatan masyarakat darurat”

Selama masa tanggap darurat COVID-19 PMI telah mendistribusikan lebih dari 1 juta Paket Hygiene Kit, pengembangan Lab Fasilitas Kesehatan PMI, menyiapkan Rumah Pulih (isolasi) dengan tenda dan bangunan bagi publik, penyediaan plasma konvalesen, vaksinasi kepada 2 juta orang, surveilans berbasis masyarakat, hingga disinfeksi di lebih dari 100.000 titik dari aceh hingga papua.(rls-red)