Inovasi Penanganan Stunting Kecamatan Pinang, Pemkot Tangerang terus mengoptimalkan pelayanan

oleh -394 Dilihat
oleh
Inovasi Penanganan Stunting Kecamatan Pinang, Pemkot Tangerang terus mengoptimalkan pelayanan
Photo : istimewa

Lensametro.com | Sosial,- Pemerintah Kota Tangerang terus mengoptimalkan pelayanan penanganan stunting di setiap wilayah. Melalui berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan, kasus angka stunting di Kota Tangerang pun mengalami penurunan. Berdasar pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting Kota Tangerang turun dari angka 15,3 persen menjadi 11,8 persen di tahun 2022.

Salah satu terobosan penanganan stunting di wilayah dilakukan oleh PKK Kecamatan Pinang dengan menghadirkan Dampingi Balita Atasi Stunting (Damba Anting) dan Kunciran Indah Cegah Stunting Dengan Masak Bareng Ibu Balita (Kunci Canting Mabar).

Ketua TP PKK Kecamatan Pinang, Lisda Hidayani mengatakan program Damba Anting merupakan pendampingan bagi balita berisiko stunting ke puskesmas untuk diperiksa kesehatannya. Selain itu, PKK juga mendampingi jika memerlukan penanganan khusus. “Program ini disambut baik oleh masyarakat yang memiliki balita karena mendapatkan pemeriksaan kesehatan dengan pendampingan yang baik,” kata Lisda.

Kemudian ada juga program Kunci Canting Mabar yakni TP PKK Kecamatan Pinang mengajak ibu balita berisiko stunting dengan memasak makanan bergizi. Tujuannya agar balita mendapatkan asupan makanan yang bergizi. “Kedua program ini berhasil menurunkan angka stunting di wilayah Pinang dan Kota Tangerang secara umum,” ujarnya.

Inovasi yang dilakukan Kecamatan Pinang tersebut berhasil masuk dalam tujuh kecamatan mewakili Kota Tangerang pada lomba e-Dasawisma penurunan stunting Tingkat Provinsi Banten. “Ini suatu hasil kerjasama semua pihak dalam mengatasi stunting dan bisa jadi percontohan bagi yang lainnya,” kata Camat Pinang yakni Syarifudin.

Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah mengatakan antisipasi stunting bisa dilakukan dimulai dari pra nikah terkait wawasan memberikan edukasi dan asupan kepada anak. “Antisipasinya mulai dari pra nikah, sudah harus diberikan wawasan, bukan hanya tugas KUA tapi semua pihak termasuk RT/RW harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat kita,” kata Wlai Kota Arief.

Ia juga mengatakan target Zero Stunting di Kota Tangerang bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Apalagi Kota Tangerang terbesar penurunan stunting di Provinsi Banten. “Pendampingan perlu terus dioptimalkan dan yang sekarang sudah dilakukan di wilayah sangat baik,” katanya.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasinya kepada seluruh elemen masyarakat atas upaya bersama dalam penurunan angka stunting di Kota Tangerang. Berdasarkan, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, menunjukkan angka prevalensi stunting di Kota Tangerang telah mengalami penurunan yang signifikan.

Penurunan kasus stunting di Kota Tangerang dari 15,3 persen menjadi 11,8 persen, ternyata ikut berkontribusi juga menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Banten dari 24,5 persen menjadi 20,0 persen. Berdasarkan target Provinsi Banten pada tahun 2024, angka prevalensi stunting di Kota Tangerang harus mencapai 9,06 persen.

“Untuk itu, kita harus bekerja keras, bekerja sama dalam menurunkan angka stunting agar kita dapat menciptakan generasi masa depan yang unggul dan berkualitas. Mari bersama-sama menjadi pelopor dalam penurunan stunting di Kota Tangerang,” katanya.(rill/jy)

No More Posts Available.

No more pages to load.