Di Usia 15 Tahun, Air Bersih dan Sampah Masih Jadi Persoalan Kota Tangsel

oleh -388 Dilihat
oleh
Di Usia 15 Tahun, Air Bersih dan Sampah Masih Jadi Persoalan Kota Tangsel

TANGSEL | Lensametro.com-, Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut, kota yang ia pimpin masih memiliki 2 persoalan krusial. Dua persoalan itu adalah terkait ketersediaan air bersih dan pengelolaan sampah.

“Ada 2 yang pertama cakupan pelayanan air bersih dan yang kedua penanganan sampah,” kata Benyamin selepas acara Peringatan HUT ke-15 Kota Tangerang Selatan, Minggu (26/11/2023) kemarin.

Benyamin mengatakan, ketersediaan air bersih di Kota Tangerang Selatan baru terlaksana 15 persen. Padahal total rumah tangga berjumlah 300 ribu sampai 500 ribu.

Guna mencukupi kebutuhan air bersih, Benyamin mengatakan telah mengubah peraturan daerah. Melalui peraturan daerah itu, dia melanjutkan, pengelolaan air yang tadinya dikelola badan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perseroan Daerah (Perseroda).

“Sekarang mereka lagi bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan PDAM TKR dari Kabupaten Tangerang, karena mereka sudah punya alat dan sudah punya jaringannya,” ujar dia.

Sedangkan terkait penanganan sampah, Benyamin mengakui masih menjadi ‘pekerjaan rumah’. Saat ini, lanjut dia, pengelolaan sampah diarahkan untuk menjadi tenaga listrik yang nantinya dapat dijual ke PLN.

“Dimana dikelola kemudian listriknya di jual ke PLN, ini sekarang masih dalam tahap penyelesaian, tapi kita coba menggunakan teknologi sederhana di tingkat kecamatan,” tuturnya.

Benyamin juga mengakui persoalan sampah cukup kompleks. Dia menyebut, dalam sehari, sampah di Kota Tangerang Selatan bisa mencapai 1000 ton.

“Yang terbanyak sampah rumah tangga. Makanya kemudian diperbanyak jumlah kelompok masyarakat yang menangani sampah,” ucapnya.

Kata Benyamin, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga terus membuka peluang investasi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS). Nilai investasinya, ujar Benyamin, mencapai Rp2,3 triliun.

“Ini sudah kita tawarkan investor luar negeri, tapi belum ada respon sampai sekarang,”terang dia.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga terus berusaha memaksimalkan Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) Cipeucang. Juga mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengelola sampah.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga membangun kerja sama dengan Pemerintah Kota/Kabupaten lain untuk pengelolaan sampah.

‘Yang sudah bekerjasama sementara dengan Kota Serang. Kita juga membuka kerjasama dengan Lebak. Insya Allah dengan Pandeglang juga. Kita juga akan buka dengan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang termasuk dengan Provinsi Jawa Barat di Cibinong, itu juga peluangnya ingin tetap saya buka,” pungkasnya. (Jody)

No More Posts Available.

No more pages to load.