Danau Bekas Galian Pasir di Puspemkab Tangerang Kembali Telan Korban, Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
17 Sep 2026 12:31
3 menit membaca

DANAU bekas galian pasir di kawasan Puspemkab Tangerang kembali memakan korban. Seorang remaja perempuan berusia 13 tahun berinisial P tewas tenggelam saat berenang di danau yang berada di belakang Alun-Alun Tigaraksa, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Rabu (15/9/2026).

Peristiwa tersebut kembali menyorot keberadaan danau bekas galian pasir yang hingga kini masih terbuka dan minim pengamanan. Warga menyebut kejadian orang tenggelam di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi.

Rusdi (46), warga yang sehari-hari mengelola wahana permainan anak di sekitar Alun-Alun Tigaraksa, mengatakan sudah beberapa kali terjadi kecelakaan air di danau tersebut.

“Sudah sering. Tahun lalu juga ada dua bocah warga Perumahan Sudirman meninggal karena tenggelam di danau itu. Yang korban remaja perempuan juga tenggelam saat sedang berenang,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Menurut warga, kondisi danau yang memiliki kedalaman hingga sekitar lima meter semestinya mendapat perhatian serius, terlebih setelah berulang kali terjadi kecelakaan.

Warga berharap area bekas galian tersebut ditutup atau setidaknya dilengkapi papan peringatan berukuran besar yang melarang aktivitas berenang maupun kegiatan lain di sekitar danau.

“Sudah sering terjadi, tetapi seperti dibiarkan begitu saja tanpa tindakan pencegahan dari instansi terkait,” kata Ardian (32), warga Tigaraksa.

Persoalan tidak hanya muncul pada siang hari. Kondisi kawasan di sekitar danau juga disebut semakin tidak terawat karena ditumbuhi semak belukar dan terdapat sejumlah bangunan liar.

Minimnya penerangan dan pengawasan membuat kawasan tersebut rawan disalahgunakan pada malam hari.

“Kalau malam hari kondisinya gelap dan tertutup semak-semak. Karena banyak bangunan liar di pinggir danau, lokasi ini sering dijadikan tempat mojok oleh muda-mudi,” ujar Ardian.

Dia khawatir jika kondisi tersebut terus dibiarkan, kawasan bekas galian tidak hanya menjadi lokasi rawan kecelakaan air, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tigaraksa AKP Iwan Wahyudi membenarkan adanya peristiwa remaja perempuan tenggelam di danau bekas galian pasir tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima Polsek Tigaraksa, korban datang ke lokasi sekitar pukul 11.30 WIB bersama tiga rekannya, yakni G (16), B (19), dan K (15).

Korban kemudian berenang bersama rekannya. Namun, saat berada di bagian tengah danau, korban tiba-tiba tenggelam.

Rekan-rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi korban tidak berhasil diselamatkan. Kedalaman air yang mencapai lebih dari lima meter membuat upaya penyelamatan berlangsung sulit.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang kemudian melakukan pencarian dan berhasil mengevakuasi jasad korban sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Tigaraksa. Namun, berdasarkan pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Pihak medis menyatakan korban sudah meninggal dunia,” ujar Iwan.

Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Sementara pihak keluarga menolak dilakukan visum dan memilih membawa jenazah ke rumah duka di Desa Bantar Panjang untuk dimakamkan.

Peristiwa tersebut kembali menjadi peringatan mengenai risiko aktivitas di danau bekas galian pasir yang memiliki kedalaman ekstrem. Warga berharap adanya langkah pengamanan dan pembatasan akses agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.